Penyakit Jantung

6 Hal ditemui sehari-hari, Justru Picu Penyakit Jantung


Jakarta, Obesitas, hipertensi, dan tingginya kolesterol bisa menjadi pemicu sakit jantung. Di samping itu, dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya ada beberapa hal yang sering tidak kita sadari padahal bisa memicu penyakit jantung.
Seperti dikutip dari Prevention, Selasa (25/3/2014) inilah beberapa hal yang ditemui sehari-hari dan sering digunakan tetapi justru memicu penyakit jantung:

1. Peralatan antilengket
Perkakas rumah tangga antilengket seperti panci atau microwave memang terlihat lebih mudah saat digunakan untuk mengolah makanan. Namun, selain berkaitan dengan infertilias, kolesterol tinggi, dan ADHD, penelitian tahun 2012 yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) pada lapisan antilengket juga berpengaruh pada penyakit jantung. Lebih baik, Anda mengganti piranti antilengket dengan yang berbahan stainless steel uncoated.

2. Sabun antibakteri
Triclosan, yang terdapat pada sabun antibakteri dan pasta gigi bisa memicu tiroid dan menjadikan tubuh resisten terhadap antibiotik. Tak hanya itu, triclosan juga bisa merusak jaringan otot dan jantung. Daripada menggunakan asabun antibakteri, lebih baik gunakan air dan sabun biasa untuk membunuh kuman dengan efektif.

3. Makanan kalengan
Pada makanan kaleng, tak hanya sodium yang berbahaya bagi kesehatan tapi juga bisphenol A. Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE menemukan dosis rendah BPA bisa menyebabkan aritmia jantung yang berbahaya dan kegagalan fungsi jantung secara mendadak.

Oleh karena itu, batasilah konsumsi makanan kaleng dan hindari penggunaan bahan yang mengandung BPA misalnya plastik. Akan lebih aman jika Anda menggunakan wadah kaca atau stainless untuk meletakkan makanan.

4. Kemacetan
Tak sedikit studi yang menemukan hubungan antara polusi udara, kemacetan, dan risiko serangan jantung. Peneliti di Jerman mewawancarai pasien serangan jantung dan mencoba menilik pemicu serangan tersebut. Mereka menemukan orang yang terjebak dalam lalu lintas berisiko 3,2 kali lebih tinggi mengalamai serangan jantung. Untuk meminimalisir risiko itu, Anda bisa menggunakan masker dan melakukan beberapa hal yang menyenangkan selama menghadapi kemacetan khususnya di kota besar.

5. Beberapa jenis seafood
Asam lemak omega-3 pada ikan memang baik untuk kesehatan. Tapi, peneliti di Syracuse University menyarankan agar Anda lebih teliti dalam memilih produk laut sebab ada beberapa ikan dan hewan laut lain yang terkontaminasi merkuri. Seperti diketahui, merkuri bisa mengganggu kadar kortisol dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko sakit jantung. Sebaiknya hindari membeli ikan yang biasanya mudah terkontaminasi merkuri seperti tuna dan jenis predator besar seperti ikan todak dan mackerel.

6. Perubahan iklim
Dalam bukunya ‘Fevered’, jurnalis investigasi Linda Marsa menuliskan bahwa panas berlebih akibat perubahan iklim bisa mengarah pada pembentukan partikulat kecil di udara tercemar yang dikenal dengan PM 2.5. Partikel ini bisa bersarang di paru-paru dan bermigrasi ke aliran darah karena ukurannya yang sangat kecil.

Sehingga, bisa terbentuk plak yang menyumbat arteri dan berkontribusi pada sakit jantung serta stroke. Sebagai antisipasi, mulailah perbanyak konsumsi minyak ikan. Studi dari Environmental Protection Agency and the National Institute for Environmental Health Sciences menemukan bahwa suplemen omega-3 bisa menurunkan kerentanan seseorang dari efek racun polusi udara.

Sumber Health.detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s