Aneh, Pria Ini Terobsesi Jadi "Iblis"


Manusia Iblis
Diablo Delenfer, Sang Manusia Iblis.

Beritasejagat.com – Wujud menakutkan iblis bukan hanya dapat ditemui dalam film Hell Boy. Makhluk berwarna merah dengan dua tanduk dan lidah bercabang, kini menjelma dalam tubuh manusia. Adalah Diablo Delenfer, pria asal Kent, Inggris yang nekad mengubah tubuhnya menjadi iblis.

Di tengkorak kepalanya, Diablo menanamkan implan. Itu menciptakan dua tonjolan menyerupai tanduk di dahinya. Tubuh Diablo dipenuhi tato. Giginya bertaring. Telinganya runcing. Selain itu, ia membuat lidahnya bercabang dua dan menato kedua bola matanya dengan warna merah menyala.

Uniknya, butuh kocek tidak sedikit untuk menjadi iblis. Pria 43 tahun itu menghabiskan £10 ribu atau hampir Rp200 juta untuk memodifikasi tubuhnya. Menariknya lagi, semua tindakan yang dilakukan pada tubuh Diablo tanpa anestesi. Ia sadar sepenuhnya saat jarum mendekati tubuhnya.
manusia iblis
“Saya benar-benar terjaga. Saya melihat jarum datang ke arah saya, dan itu sangat stres. Tapi sebagai manusia iblis, saya tak boleh takut akan penderitaan,” ungkapnya, seperti dikutipDaily Mail. Meski sakit, pemilik nama asli Gavin Paslow itu belum merasa ingin berhenti.

Yang ingin ia lakukan berikutnya, adalah menumbuhkan ekor merah lancip di belakang tubuhnya. Dengan begitu, ia lantas sempurna sebagai iblis, persis seperti dalam gambaran sinema Hollywood.

Diablo mendeskripsikan diri sebagai seniman modifikasi tubuh. “Modifikasi tubuh adalah perjalanan hidup saya. Mungkin sedikit aneh, tapi itulah saya,” katanya bangga. Ia bukan ingin menjadi iblis secara karakter. Modifikasi tubuh seperti iblis, baginya hanya bagian dari kesenangan.

Meski begitu, ada satu sisi yang dikhawatirkan Diablo hingga kini. Yakni, pasangan hidup. Penampilan anehnya membuat pria itu sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis. “Itu sulit. Saya mencari seseorang yang bisa melihat jauh di balik topeng saya selama ini,” ia menuturkan.

Ia mengakui, penampilan iblis memang mengubah cara orang melihat dirinya. Tak semua orang mau menerima dan berurusan dengannya. Tapi, ia menganggapnya sebagai bagian dari perjalanan hidup. “Saya diperhatikan orang setiap kali berjalan, dan saya senang dengan itu,” lanjutnya.

Sumber Viva.co.id
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s