7 Kisah Nyata Kekuatan Cinta Yang Menggetarkan


Kekuatan cinta itu ada dan membuktikan bahwa kesempurnaan itu bukanlah yang diinginkan oleh cinta. Melainkan karena cintalah semua terlihat sempurna. Cinta juga mampu menguatkan ketika pasangan melemah satu sama lain.

Sepanjang 2013, banyak kisah nyata kekuatan cinta yang menggetarkan. Membuktikan bahwa kekuatan cinta bisa membuat seseorang bertahan dari rasa sakitnya menghadapi kanker. Bagaimana seseorang menjadi lemah tanpa pasangannya dan bagaimana seorang wanita bisa menerima pria yang ia cintai, bukan cuma pria yang ia butuhkan

Inilah beberapa kisah nyata yang bisa membuat Anda menyeka air mata dan meyakini adanya kekuatan cinta. Semoga bisa menginspirasi romansa percintaan Anda.

1. Aku Ingin Menikah Sebelum Kanker Membunuhku

Jen Bulik

Banyak wanita yang ingin menikah. Namun lebih dari sebuah pernikahan, banyak juga yang memiliki pernikahan impian. Dan Jen Bulik adalah salah satunya.

Jen Bulik tadinya hanya wanita biasa yang ceria dan punya banyak mimpi. Namun kehidupan ini sejenak menyergapnya dalam rasa pesimis tatkala bulan Januari lalu, ia dideteksi memiliki penyakit kanker paru-paru stadium IV.

Dokter mengatakan bahwa kesempatan hidupnya mungkin tak lama-lagi. Gadis itu hanya memiliki waktu sekitar 4-6 bulan untuk hidup.

Tadinya, semua nampak tak mungkin. Tadinya, langit serasa hanya sejengkal saja dari kepalanya. Namun Jen Bulik adalah wanita beruntung. Ia memiliki seorang kekasih yang luar biasa mencintainya. Bahkan, ia tak pernah menyangka bahwa ia akan menikah seperti apa yang ia impikan. Pria itu adalah Jeff Lang.

Jen Bulik

Berita kanker stadium 4 yang ia alami juga mengejutkan hati Jeff. Setelah lama berpacaran, waktu seolah menampar keduanya dengan kenyataan pahit. Namun Jen sendiri segera bangkit dan merasa bahwa dengan makin sedikitnya waktu, justru ada banyak hal yang harus bisa ia lakukan.

Jen pun mengatakan keinginannya, bahwa dia ingin menikah, secepatnya..

Sukarelawan Mengabulkan Impianku

Setelah kisahnya diketahui oleh banyak orang, tak disangka Jen didatangi oleh beberapa orang asing. Mereka mengatakan bahwa Jen Bulik bisa mendapatkan pernikahan impiannya. Salah satu di antara mereka bernama Erica Ota.

Sejak kecil, Jen Bulik ingin pernikahannya berupa upacara kecil dengan suasana outdoor, dihiasi bunga-bunga dalam pot kecil sambil makan barbeque. Semua konsep itu pernah ia buat di Pinterest. Erica Ota adalah seorang wedding planner dan ia pernah mengintip konsep impian Jen itu.


(c) Jason Magbanua

“Kau tahu? Aku pernah punya banyak sekali pertanyaan untuk Tuhan. Kenapa? Kenapa aku? Aku tak pernah mendapatkan jawaban apapun,” ungkapnya dengan suara bergetar.

“Tapi kini kau berdiri di hadapanku. Aku menyadari bahwa kau adalah jawaban atas segala pertanyaanku. Atas segala doa-doaku… dan semuanya,” ujar Elo.

Kemudian Mara pun mengungkapkan cintanya pada Elo. “Aku akan menjadi segala yang kau butuhkan hari ini dan setiap hari. Aku berjanji akan menjadi apapun yang kau butuhkan.” kata wanita itu sambil terisak penuh haru.

Selama ini Elo mungkin merasa bahwa dirinya berbeda dalam tubuh yang tak sempurna. Namun kini Elo sadar bahwa, Mara, wanita yang dinikahinya adalah orang yang setulus hati mencintainya sekalipun ia dalam kondisi fisik yang tak sempurna. Seperti yang dikatakan oleh pendeta yang memimpin pernikahan tersebut.

“Ini adalah tentang cinta. Kita tak bicara tentang kecantikan yang sempurna. Tidak juga tentang melimpahnya harta. Ini semua tentang cinta.”

Begitulah bagaimana cinta menyentuh manusia. Kadang cinta membuat sebuah kenyataan yang terlihat aneh di mata kita. Namun bila kita melihat dengan mata batin kita, maka kita sedang melihat kenyataan yang indah tentang kekuatan cinta yang tak memandang kelebihan dan kekurangan.

Sebuah kalimat yang tulus dan menyentuh diungkapkan Mara pada Elo. “Aku percaya Tuhan telah menciptakanku dengan istimewa untukmu. Tanganku dan kakiku, akan menjadi perpanjangan dari tangan dan kakimu.”

Inilah kekuatan cinta yang begitu menyentuh. Bagaimana dua anak manusia saling melengkapi dan mencintai dengan tulus. Semoga Anda semua turut merasakan indahnya ketulusan cinta seperti Elo dan Mara.

[divider scroll_text=”Atas”]

6. Suami Yang Setia Menemani Istrinya Menghadapi Kanker

My Wife's Fight With Breast Cancer

Ini adalah kisah nyata dari Angelo Merendino, seorang fotografer yang menulis dan mendokumentasikan sendiri kisah cintanya bersama sang belahan hati. Dan bagaimana ia menemani sang istri di masa-masa tersulitnya menghadapi penyakit kanker payudara. Mari kita simak curahan hatinya berikut ini.

Sejak pertama kali melihat jennifer, aku tahu. Aku tahu dialah satu-satunya. Aku tahu seperti bagaimana ayahku bersenandung pada adiknya saat musim dingin 1951, setelah ia bertemu dengan ibuku untuk pertama kalinya, “Aku menemukannya.”

Sebulan kemudian Jen mendapatkan pekerjaan di Manhattan dan meninggalkan Clevelanc. Aku pergi ke sana, untuk menemui saudaraku, tapi juga untuk bertemu dengan Jen. Setiap kali berjumpa, hatiku akan meronta pada otakku, “Bilang dong!” Tapi.. aku tak punya keberanian untuk mengatakan pada Jen bahwa aku tak bisa hidup tanpanya. Hingga suatu hari hatiku membuncah, dan layaknya anak sekolahan, aku mengatakan pada Jen, “Aku menyukaimu.” Dan seiring membuncahnya hatiku, mata cantik Jen terbuka dan berkata, “Aku juga.”

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

6 bulan berlalu, aku mengemasi barang-barangku dan terbang ke New York. Dengan sebuah cincin pertunangan yang memanas di dalam dompetku. Malam itu, di restoran Italia favorit kami, aku berlutut dan melamar Jen. Kurang dari setahun kemudian kami menikah di Central park, dihadiri para keluarga dan sahabat. Kami melakukan dansa pertama sebagai suami istri, ditemani senandung ayah dan akordionnya, ‘I’m in the mood for love’.

Lima bulan kemudian, Jen didiagnosa menderita kanker payudara, Aku ingat betul bagaimana situasi saat itu.. Suara Jen, dan perasaan mati rasa yang meliputiku. Perasaan itu tak pernah pergi. Aku juga tak akan pernah lupa bagaimana kami saling menatap mata satu sama lain dan saling menggenggam tangan, “Kita bersama-sama, kita akan baik-baik saja.”

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

Di setiap cobaan, kami jadi semakin dekat. Kata-kata sudah tak lagi penting. Suatu malam Jen dibawa ke rumah sakit. Rasa sakitnya sudah tak tertahankan. Ia meremas lenganku, dengan kedua matanya yang berair. “Kau harus melihat kedua mataku, hanya dengan begini aku bisa mengatasi rasa sakit ini.” Kami saling mencintai di setiap bagian jiwa kami.

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

Jen mengajari aku tentang cinta, mendengarkan, memberikan dan percaya satu sama lain, serta diriku sendiri. Aku tak pernah sebahagia ini sebelumnya.

Di antara seluruh perjuangan, kami beruntung memiliki grup motivasi yang kuat, namun kami masih berusaha membuat orang lain memahami hari demi hari dan semua kesulitan yang kami hadapi. Jen mengalami rasa sakit yang kronis karena efek samping perawatan yang hampir 4 tahun. Di usia 39 tahun, Jen mulai menggunakan walker dan sering merasa lelah karena sering jatuh, mengalami lebam dan lecet.

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

Itu adalah penggalan cerita yang dituliskan oleh Angelo saat ia dan istrinya mulai menjalin cinta hingga mereka harus menghadapi kenyataan bahwa mungkin kisah mereka tak akan bertahan lama. Namun Angelo dan Jen merasa cukup kuat menghadapinya selama mereka saling bersama.

Angelo merekam setiap momen di mana ia dan istrinya menempuh kenyataan pahit bahwa Jen mengidap kanker payudara. Lewat ekspresi Jen, kita bisa melihat adanya rasa takut dan sedih yang ia pendam. Dan lewat hitam putihnya foto ini, kita bisa merasakan betapa mendungnya perasaan Angelo yang berusaha kuat serta bertahan untuk istrinya.

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

Angelo menceritakan bahwa selama masa pengobatan istrinya, itu tak mudah secara psikis. Istrinya menghadapi setiap perawatan dengan air muka yang sedih, ia juga harus kehilangan rambutnya, belum lagi rasa sakit yang ia alami.

Tak hanya itu, masalah teknis seperti klaim asuransi dan dokter yang berbenturan juga menjadi masalah lain yang harus mereka hadapi. padahal menanggung rasa sakit ini saja tidak mudah.

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Angelo Merendino

Lewat fotonya, Angelo ingin memperlihatkan seperti apa kanker sebenarnya, bagaimana istrinya menghadapi itu semua, bagaimana cinta mereka mencoba mengatasi itu semua. Foto ini adalah mereka.

Ia berpesan pada calon pasien yang juga mengidap kanker. Bahwa sebenarnya kanker tak bisa dijelaskan secara medis saja. Ada kondisi emosional yang ingin ia sampaikan melalui foto-foto istrinya. Itulah mengapa foto-foto ini mengandung unsur psikologis dan sentimen positif yang luar biasa.

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Facebook.com/My Wife’s Fight With Breast Cancer

My Wife's Fight With Breast Cancer
(c) Facebook.com/My Wife’s Fight With Breast Cancer

Kini Jen telah tiada, namun bagi Angelo, ini adalah kisah yang tak akan pernah ia lupakan. Jen mengajarinya banyak hal, terutama tentang cinta. Jen menjadikannya seorang suami yang sempurna, yang menemani Jen sejak mereka saling menyatakan cinta hingga Jen harus mengakhiri hidupnya di dunia.

Dalam sebuah fotonya, Angelo mengatakan bahwa ia dan istrinya dihadapkan pada kanker yang bagaikan sebuah perang. Perang yang tak pernah mereka pilih, namun akan senantiasa mereka hadapi, karena semua akan baik-baik saja selama mereka bersama-sama.

“Love every morsel of the people in your life.” – Jennifer Merendino

[divider scroll_text=”Atas”]

7. Putri Herlina, Bidadari Tanpa Sayap

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap

  (c) Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Berawal dari membaca blog mas Saptuari Sugiharto akhirnya mengutip kisah mengharukan dan inspiratif ini.

Sekilas tentang Saptuari Sugiharto

Saptuari adalah Founder & Owner Kedai Digital Corp, Jogist Kaos Gila, Bakso Granatz Pedazz, Warung Mas Kingkong, SedekahShop. Beliau juga inisiator Gerakan Sosial #SedekahRombongan – @SRbergerak, di mana Anda bisa menyalurkan bantuan yang memang langsung diberikan pada yang membutuhkan.

Di dalam blognya, Saptuari bercerita jelas bagaimana ia bersyukur bertemu dengan Putri Herlina, yang memberikan inspirasi dan motivasi tak hanya bagi dia dan istrinya, tetapi juga bagi pembaca blog serta banyak pembaca lain di Indonesia.

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayapCourtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Pertemuan dengan pemilik ‘tangan bidadari’

Pertemuan pertama Saptuari berawal Juni 2011 silam, di mana ia mendadak ingin main ke Panti Asuhan Sayap Ibu, Yogyakarta untuk sekedar menyapa dan melihat-lihat kondisi di sana. Di panti asuhan tersebut, bayi-bayi terlantar yang dibuang oleh orang tuanya ditampung, diberi kasih sayang dan dibesarkan ‘bersama’ oleh para pengasuh yayasan serta tangan-tangan ‘Malaikat’ yang kerap menyisihkan sedikit rejekinya untuk mereka.

Diperkenalkan dengan gadis manis berambut panjang dan berkulit putih yang punya senyum mengembang, Saptuari kemudian dibuat takjub terpesona. Gadis tersebut akrab dipanggil Lina, sudah lulus SMA, bisa komputer, bisa pakai jilbab sendiri, dan sekarang aktif membantu mengelola yayasan. Kedengarannya biasa saja bukan? Tetapi Anda harus ‘melihat’ juga apa yang membuat Saptuari takjub.


cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap

Courtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap
Courtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Lina dilahirkan tidak sempurna, demikian disebut orang-orang pada umumnya. Sejak kecil ia dibuang oleh orang tua yang entah siapa karena terlahir tanpa kedua tangan yang utuh. Namun, bila Anda melihatnya, Anda seperti tak menemukan kekurangan pada dirinya. Ia ceria, punya tatapan mata yang jernih, dan kepercayaan diri serta rasa syukur pada dirinya. Lina mengaku enggan dikasihani, dan ingin dipandang seperti wanita lain pada umumnya.

“Aku sekolah di sekolah biasa mas, aku gak mau dikasihani, SMPku di sekolah Muhammadiyah biasa, SMAku juga, aku tidak minta meja khusus… kutulis semua dengan kakiku, bisa kok!” katanya tegas.

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap
Courtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Bahkan Lina bilang bahwa ia pernah menjadi MC di Ambarukmo Plaza untuk sebuah acara anak-anak penyandang cacat. Baginya yang penting cuek dan bersikap biasa. Ia tidak ingin dikasihani, tidak ingin dibedakan dengan yang lain, mungkin itulah yang membuatnya kuat dan tegar selama ini.

Jodoh untuk Putri Herlina

Pada akhirnya, setiap manusia akan merindukan pendamping di dalam hidupnya. Yang tak hanya sekedar ada, tetapi yang membuat seseorang jadi lebih hidup dan memaknai hidup itu sendiri. Demikian pula seperti wanita lainnya, Putri Herlina rindu bertemu jodoh. Berangan-angan, akankah ia bisa menikah, dan hidup normal dalam kondisinya.

Wahai pemilik ‘tangan bidadari’, jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan, dan untuk itulah jembatan doa harus selalu dipanjatkan agar lekas berdiri kokoh. Yang akan membuat jodoh semakin dekat denganmu.

“Aku pengen pergi dari panti ini mas, sudah 24 tahun aku di sini.. ingin rasanya untuk segera bisa mandiri. Aku membayangkan punya suami yang normal, walaupun kondisiku seperti ini, tapi ada gak ya yang bener-bener serius sama aku. Apa aku gak tau diri ya mas kalo ngarepin jodohku lelaki yang sempurna.. apa hidupku sampai tua hanya di panti ini ya mas, sendirian tiap hari di meja ini,” kata Lina pada Saptuari yang kemudian dijawab dengan singkat dan penuh arti. “Ya banyakan berdoa aja Put, minta Allah langsung. Dia yang punya pabrik jodoh. Dia kan yang bisa mengubah segalanya.”

Dan setiap bulan berlalu, Lina kerap bercerita tentang siapa-siapa saja pria yang mendekati dirinya. Ada pria yang ternyata sudah beristri, namun rajin mengunjunginya di panti, ada pula bule asal Kanada. Namun, jembatan jodoh yang sudah jadi itu pada akhirnya menuntun Lina pada jodoh yang sebenarnya…

Reza Somantri, pria ini adalah pria yang istimewa bagi Lina. Bukan karena ia adalah putra salah seorang petinggi Bank Indonesia dengan jabatan terakhir Deputi Gubernur, tetapi karena Reza adalah sosok sederhana yang bisa melihat kesempurnaan Lina yang sebenarnya.

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap
Courtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Yogyakarta, 13 Oktober 2013

Sepasang insan ini meresmikan ikatan cintanya lewat pernikahan yang digelar secara sah di ruangan Balai Sinta. Dengan diiringi restu ayah bunda Reza, banjir air mata mewarnai momen mengharukan sekaligus membahagiakan ini.

Mulai dari acara sungkeman hingga naik ke pelaminan, setiap hati seolah memanjatkan doa bahagia pada mempelai berdua. Berharap bahwa kelak ada Lina-Lina lain yang punya semangat yang sama. Yang tak lekas menyerah dengan kondisi dan keadaan dirinya.

Terima kasih Putri Herlina, kau dan ‘tangan bidadari’-mu telah menyentuh setiap hati, dan mengingatkan kami kembali akan kesempurnaan itu sendiri.

cerita-cinta-mengharukan-putri-herlina-bidadari-tanpa-sayap
Courtesy Saptuari Sugiharto/ http://saptuari.blogspot.com/

Sumber: Vemale.com

[divider scroll_text=”Atas”]

Iklan