China Didik Pesenam Muda Dengan `Siksaan`


Pengguna Internet baru-baru ini dihebohkan setelah melihat foto dan berita mengenai pusat pelatihan atlet senam muda China tersebar. Para olahragawan belia dari Negeri Tirai Bambu itu seperti `disiksa` dan mengikuti wajib militer saat berada di sana.

Kamis(2/8/2012), surat kabar the Daily Mail melaporkan, latihan kejam itu dilakukan pusat olahraga Nanning, bagian selatan China. Beberapa pelatih memperlakukan bocah-bocah itu dengan cara yang membuat bulu kuduk merinding, seperti menginjak kaki sampai menangis, atau menggantung anak-anak di papan kayu. Entah orang tua macam apa yang bisa tega melihat kaki anaknya diinjak hingga menangis kesakitan.

Gimnasium Nanning merupakan salah satu pusat pelatihan paling bergengsi bagi setiap calon atlet senam di China. Lembaga ini mempersiapkan semua keterampilan senam dasar, seperti lompat tali, kuda-kuda, hingga menekuk-nekuk tubuh seperti biasa diperagakan atraksi akrobat.

Berdasarkan keterangan sumber, hukuman fisik di tempat itu sudah biasa. Bila tidak bisa melakukan keinginan pelatih, dipukul menggunakan rotan atau dipaksa melenturkan tubuh merupakan kelaziman.


Peserta didik di gimnasium itu otomatis kehilangan masa kanak-kanak. Mereka biasanya didaftarkan orang tua ketika baru berusia enam atau tujuh tahun. Setiap hari mereka bakal berlatih sesuai spesialisasi cabang olah raga masing-masing. Berdasarkan kurikulum, pada usia 16 tahun mereka diharapkan siap berlaga di ajang sekelas olimpiade.

Sekejam apapun orang luar menilai, nyatanya alumni Gimnasium Nanning sukses besar di pelbagai kejuaraan dunia selama satu dekade terakhir. Bahkan beberapa di antaranya tidak lagi menekuni senam. Seperti perenang Ye Shiwen dan Sun Yang. Dua-duanya meraih medali emas dalam Olimpiade 2012 di Ibu Kota London, Inggris, awal pekan ini.

Latihan keras seperti dipraktekkan Gimnasium Nanning kemungkinan besar juga dijalankan pusat pelatihan cabang olah raga lain di seantero China. Suka tidak suka, hasilnya memang membanggakan. Hingga hari kelima pelaksanaan Olimpiade London, Negeri Panda ini berada di urutan pertama klasemen dengan 17 medali emas, sembilan perak, dan empat perunggu.
Namun tetap saja, pelatihan macam itu bila diberlakukan di Indonesia, maka pelakunya pasti dijebloskan penjara.

 

 

 

 

Sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s