Jembatan Tenggarong, Terpanjang Namun Rapuh?


Headline

Jakarta – Jembatan Kutai Kartanegara yang sebelumnya diklaim sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia, ternyata rapuh, karena hanya berumur pendek.

Pada saat dibangun oleh PT Hutama Karya, pada tahun 2001, proyek yang kemudian juga dikenal sebagai ‘Jembatan Mahakam II’ atau ‘Jembatan Tenggarong’ tersebut diklaim sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bentang bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga, mencapai 270 meter, dari total panjang jembatan yang 710 meter.

Lalu pada hari Sabtu (26/11) secara tiba-tiba jembatan panjang tersebut roboh dengan korban jiwa sementara sebanyak empat orang, dari dugaan korban yang menurut pihak berwajib bisa lebih banyak lagi.

Sebenarnya apa yang membuat jembatan sebesar dan sepanjang itu bisa roboh? Apakah karena konstruksinya tidak kokoh atau kurang baik dalam pembangunannya? Beberapa pihak pun dikabarkan meminta dilakukannya audit teknologi jembatan tersebut oleh pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), hingga bisa diketahui secara rinci apa faktor teknis penyebab runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara.

Jembatan Kutai Kartanegara merupakan penghubung antara kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 1995 dan selesai pada 2001 dengan kontraktor PT Hutama Karya yang menangani proyek pembangunan jembatan tersebut.

Jembatan Kartanegara sendiri masuk ke kategori Jembatan Gantung (suspension bridge) modern. Jembatan gantung jenis ini menggunakan dua menara menggantikan pokok. Kabel yang merentangi jembatan ini perlu ditambat dengan kuat di kedua belah ujung jembatan, karena sebagian besar beban di atas jembatan akan dipikul oleh tegangan di dalam kabel utama ini.

Secara detil menurut WikiPedia, jalan di jembatan jenis ini dihubungkan ke kabel utama dengan menggunakan jaringan kabel-kabel lain yang digantung menegak. Jembatan seperti ini hanya cocok digunakan untuk jarak yang jauh, atau tidak memungkinkan didirikan tiang penahan karena arus deras dan berbahaya. Jembatan ini juga tidak sesuai untuk digunakan oleh kereta api karena akan melentur disebabkan oleh beban kereta.

 

Sumber: INILAH.COM,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s