Analgesik Sebabkan Anak Laki Tidak Jantan

Analgesik Sebabkan Anak Laki Tidak Jantan


Gara-gara ibu hamil minum analgesik, jumlah sperma laki-laki turun hingga 50%

Penggunaan obat penghilang rasa sakit ringan seperti paracetamol, aspirin dan ibuprofen menjadi salah satu sebab meningkatnya kelainan pada alat reproduksi laki-laki dalam beberapa dekade terakhir. Demikian sebuah studi yang dipublikasikan pada hari Senin menyebutkan.

Berdasarkan penelitian, perempuan yang mengkonsumsi kombinasi lebih dari satu jenis obat analgesik ringan selama masa kehamilan beresiko lebih tinggi melahirkan putra tanpa testis yang sempurna.

Kondisi tersebut yang dinamakan cryptorchidism dikenal sebagai salah satu faktor resiko dari rendahnya kualitas cairan semen dan resiko kanker testis. Resiko cryptorchidism semakin tinggi terutama pada trimester kedua, yaitu bulan keempat hingga keenam masa kehamilan.

Menurut Henrik Leffers dari Rigshospitalet di Kopenhagen yang memimpin penelitian tersebut beserta timnya, lebih dari separuh wanita hamil di negara-negara Barat menggunakan obat analgesik ringan. Dia menyarankan, jika wanita hamil ingin mengurangi penggunaan analgesik agar berkonsultasi dengan dokter mereka.

Obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol, ibuproven dan aspirin selama ini dianggap aman oleh para dokter.

Penelitian di negara-negara maju membuktikan bahwa jumlah sperma laki-laki turun hingga sekitar 50% selama setengah abad terakhir ini.

Studi yang dilakukan Leffers melibatkan dua kelompok perempuan, 834 di Denmark dan 1.463 di Finlandia. Mereka diberi daftar pertanyaan seputar penggunaan obat-obatan selama kehamilan.

Bayi laki-laki mereka kemudian diperiksa saat lahir, apakah menunjukkan tanda-tanda cryptorchidism mulai dari yang ringan hingga berat. Kondisi ringan yaitu jika testis terletak di atas skrotum dan berat jika testis naik hingga abdomen.

Studi mereka didukung oleh penelti yang mencari tahu apakah analgesik pada tikus jantan menyebabkan kurangnya hormon testosteron selama periode penting kehamilan, yaitu saat organ seks laki-laki dibentuk.

Para peneliti itu mengatakan, efek analgesik pada tikus, sebanding dengan efek yang ditimbulkan oleh endokrin, yaitu penggangu seperti zat phthalates. Phthalates adalah zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik dan PVC yang dapat menyebabkan ganguan pada hormon testosteron pada anak laki-laki, sehingga payudaranya membesar seperti perempuan.

Perempuan hamil yang mengkonsumsi obat analgesik, beresiko tujuh kali lipat melahirkan putra dengan cryptorchidism, dibanding yang tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Trimester kedua sepertinya merupakan masa yang paling sensitif, karena penggunaan lebih dari satu macam analgesik akan meningkatkan resiko cryptorchidism menjadi 16 kali lipat.

Para peneliti dari Finlandia, Denmark dan Perancis yang hasil kerjanya dipublikasikan di jurnal Human Reproduction itu mengatakan, penelitian yang lebih banyak lagi sangat dibutuhkan dan saran penggunaan obat penghilang nyeri bagi wanita hamil perlu dipertimbangkan kembali.

Sumber: http://hidayatullah.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s