Tipe-tipe Orang


Edward de Bono dalam bukunya yang berjudul How to Have a Beatiful Mind mengungkapkan bahwa sikap seseorang menyampaikan pikiran sangat berkaitan dengan citra diri orang tersebut. Menurut beliau, ada beberapa tipe orang yang bisa dilihat dari sikapnya dalam berpendapat, antara lain :

1. Orang Pandai.
Orang pandai ingin selalu benar, selalu bersikap argumentatif, lebih
memilih untuk menyerang hal – hal kecil yang tidak disetujuinya,
sering menunjukkan informasi yang lebih unggul daripada informasi
yang telah ada, ingin selalu benar, dan cenderung merendahkan
pendapat orang lain. Uniknya orang pandai ini jarang menawarkan
gagasan baru karena gagasan baru memiliki resiko diserang oleh orang
lain.

2. Penjaga Nilai.
Tipe orang ini tidak mempedulikan argumentasi ataupun informasi,
namun cenderung memberikan suatu pegangan nilai-nilai kemanusiaan
yang menurutnya benar.

3. Orang yang berpura-pura Bodoh.
Dengan berpura-pura bodoh maka dia lolos dari banyak hal, bebas dari
ketakutan diserang, tidak harus memiliki posisi, cenderung mengajukan
pertanyaan yang paling aneh namun tidak memiliki efek apapun terhadap
dirinya, menunjukkan sikap ketidakberdayaan sehingga menarik simpati
orang lain.

4. Orang yang sangat Rasional.
Tidak pernah terikat dalam suatu posisi karena melihat posisi yang
lain dengan pikiran jernih, menerima semua hal tanpa perdebatan,
baginya segala sesuatu mungkin saja bisa terjadi, begitu rasionalnya
sehingga dia tidak pernah bisa mengambil kesimpulan atau pendapat.

5. Si Tukang Gertak.
Menantang segala hal, semua informasi berpotensi salah, tidak begitu
tertarik pada isi pendapat, namun tertarik pada efek yang dia
timbulkan pada orang lain.

6. Si Penjilat.
Orang yang paling cepat menyetujui pendapat orang lain yang paling
berpengaruh dalam suatu diskusi, pendapatnya berubah-ubah mengikuti
orang yang paling berpengaruh, tidak suka menjawab pertanyaan dan
sering melemparkan pertanyaan tersebut ke orang lain.

7. Si Inovator.
Dia berprinsip bahwa gagasan baru itu menyenangkan sedangkan
perdebatan adalah membosankan, selalu memberikan gagasan baru yang
kreatif dan tidak lazim, memiliki cara pandang yang berbeda dan unik,
tidak mau repot-repot berdebat.

8. Si Pembosan.

Menganggap semua gagasan atau pendapat sebagai barang lama
(Basbang!), sering menunjukkan kebosanan yang dibuat-buat, sedikit
sekali menyumbangkan pendapat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s