STRATEGI PEMENANG


====================================================

Untuk menjadi pemenang, pasti kita memerlukan strategi. Coba saja
kita tanyakan kepada para pemenang di bidang olah raga Michael
Schumacher dari Balap Mobil, Taufik Hidayat dari Bulu Tangkis,
ataupun Lance Armstrong dari Balap Sepeda yang sudah sering meraih
medali emas. Selan pemenang di bidang olah raga, kita juga bisa
menanyakan rahasia sukses dari para pemenang dalam perang (misalnya
oleh Jendral Sudirman, Jendral S. Patton), politik (misalnya oleh:
Bill Clinton, Cory Aquino, Margaret Thatcher), bisnis (misalnya oleh
Michael Dell, Bill Gates), ilmu pengetahuan (oleh para pemenang
hadiah Nobel). Jendral William A. Cohen dalam bukunya The Art of the
Strategist merumuskan sepuluh strategi yang diterapkan oleh para
pemenang. Ingin tahu strategi mereka?

DASAR STRATEGI

Menurut Cohen, ada tiga dasar yang harus diperhatikan oleh seorang
pemenang.

Kekuatan Fisik. Kekuatan fisik di sini adalah stamina sang pemenang
dan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Jadi, sangat penting bagi
seorang pemenang untuk memiliki stamina yang kuat, karena untuk
menghasilkan mahakarya di bidangnya, diperlukan kekuatan fisik yang
prima. Dalam hal ini, kesehatan penting untuk dipelihara. Seorang
pemimpin juga perlu ditunjang dengan sumber daya yang cukup untuk
tampil sebagai pemenang: Seorang olah ragawan perlu memiliki
peralatan olah raga yang diperlukan, pelatih, sparing partner, dan
kesempatan untuk melatih keterampilannya dalam pertandingan
persahabatan; seorang calon presiden memerlukan dana untuk
berkampanye, serta tim sukses untuk membantunya menyusun taktik
menang; seorang yang akan memulai bisnis memerlukan sumber daya untuk
memproduksi ataupun mengadakan barang atau jasa yang akan dijualnya,
serta dukungan dana serta tim yang kuat untuk menjalankan bisnisnya
tersebut.

Kekuatan Mental. Kekuatan fisik saja belumlah cukup untuk menyusun
strategi pemenang. Calon pemenang memerlukan kekuatan mental yang
mencakup kemampuan intelektual dan pengetahuan di bidang yang akan
ditekuninya. Tanpa pengetahuan dan kekuatan intelektual yang cukup,
akan sulit bagi seseorang untuk memasuki suatu arena, apalagi untuk
memenangkannya, karena calon pemenang perlu mengenal dan memiliki
pengetahuan yang dalam mengenai ” medan perang” yang akan
dimasukinya. Olah ragawan perlu mengenal peraturan olah raga,
peralatan olah raga, lapangan olah raga, serta para pesaing yang akan
dihadapinya. Demikian juga dengan politisi dan pelaku bisnis.
Keduanya perlu memiliki pengetahuan mengenai para pemain, peraturan,
dan peta kekuatan di arena yang akan mereka masuki.

Kekuatan Moral. Yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang
pemenang adalah kekuatan moral. Kekuatan moral di sini mencakup sikap
dan nilai-nilai spiritual yang dianutnya. Kekuatan moral ini akan
menjadi pedoman bagi sang pemenang untuk menyusun strategi yang
paling tepat, dan untuk tetap bertahan dan tetap memiliki semangat
juang yang tinggi ketika dalam perjalanan menuju tujuan harus
mengalami berbagai rintangan dan masalah.
Namun, yang selalu diingat oleh para pemenang adalah kombinasi
optimal dari ketiga kekuatan ini. Menurut jendral Inggris, J.F.C.
Fuller, kekuatan fisik saja tidak akan bisa memenangkan peperangan,
kekuatan mental saja juga tidak bisa memenangkan peperangan, demikian
juga dengan kekuatan moral saja yang tidak bisa memenangkan
peperangan. Artinya penggunaan kekuatan ini secara terpisah tidak
akan memenangkan peperangan. Yang dapat memenangkan peperangan adalah
kekuatan dahsyat dari kombinasi optimal dari ketiga kekuatan ini
(fisik, mental, dan moral).

STRATEGI PEMENANG
Kombinasi ketiga kekuatan di atas (fisik, mental, dan moral) bisa
dijadikan modal dasar untuk membangun strategi pemenang berikut.
Miliki Tujuan dan Komitmen pada Tujuan. Semua pemenang memiliki
tujuan yang jelas dan rinci. Tujuan seperti ini akan lebih memudahkan
mereka untuk mewujudkannya. Para olah ragawan yang bertanding di
forum dunia memiliki tujuan untuk memecahkan rekor dunia. Sebelum
berangkat mereka telah melakukan berbagai persiapan, baik fisik,
mental, maupun moral. Mereka mempelajari strategi lawan dan peta
kekuatan lawan, lalu mereka menyiapkan strategi bertanding yang bisa
mengalahkan lawan. Mereka pun berlatih dengan komitmen tinggi setiap
hari untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Tumbuhkan Inisiatif. Tujuan yang jelas dan rinci tanpa ditunjang
dengan aksi tidak akan pernah terwujud. Di sinilah perlunya inisiatif
untuk mulai mengambil langkah pertama, dan mempertahankan langkah-
langkah selanjutnya yang dapat membawa seseorang untuk mewujudkan
tujuan menang yang berkelanjutan. Seringkali kita menunda terlalu
lama untuk mewujudkan aksi karena lingkungan kita yang menyuarakan
keraguan, ataupun karena kita belum mendapatkan waktu yang tepat
untuk melakukannya. W. Clement Stone, pelaku bisnis di bidang
asuransi yang mulai dari nol sampai akhirnya memiliki perusahaan yang
masuk daftar perusahaan bergengsi di Fortune 500, punya kunci untuk
meng atasi ” penundaan” dan menumbuhkan inisiatif, yaitu: Lakukan
sekarang!
Konsentrasi Sumber Daya. Sumber daya memang terbatas, tetapi kondisi
ini tidak perlu membuat hati kita ciut. Hanibal dari Chartagena
dengan 20.000 pasukan berhasil mengalahkan pasukan Roma yang dipimpin
oleh Terentius Varo dengan 72.000 orang. Jika dilihat dari kekuatan,
tentunya Hanibal kalah jauh dibandingkan dengan musuhnya. Tetapi
karena Hanibal menerapkan strategi ” konsentrasi” sumber daya di
titik-titik kritis yang merupakan titik kelemahan lawan, akhirnya ia
dan pasukannyalah yang berhasil tampil sebagai pemenang. Demikian
pula dalam bisnis, kita perlu mengetahui kekuatan sumber daya kita,
dan juga titik lemah lawan, lalu kita konsentrasikan sumber daya kita
di titik di mana kita menginginkan kemenangan. Dengan demikian, kita
bisa mengalahkan lawan di posisi lemah mereka.
Gunakan” Strategic Positioning” . Konsentrasi sumber daya bisa
berjalan jika kita tahu posisi strategis yang akan kita luncurkan.
McDonald’s memposisikan diri sebagai restoran makanan cepat saji yang
bersih dan efisien dalam pelayanan. Dell Computers memposisikan diri
sebagai perusahaan perakitan komputer yang melibatkan konsumen dalam
proses perakitannya. Body Shop memposisikan diri sebagai perusahaan
penghasil kosmetika dari bahan alami, dan bebas dari percobaan yang
melibatkan binatang bernyawa. Semua perusahaan ini memilih posisi
strategis yang membedakannya dari para pesaing. Titik beda ini
menjadi identitas kuat bagi perusahaan di benak konsumen, sehingga
lebih mudah diingat dan lebih besar kemungkinannya untuk dipilih
dibandingkan dengan para pesaing di pasar yang sejenis.
Berikan Kejutan. Bill Clinton yang namanya telah tercemar dengan
kasus yang menyangkut Monica Lewinsky hampir saja kalah dalam
pemilihan presiden untuk masa jabatan periode kedua. Banyak pengamat
yang sudah memastikan bahwa Clinton tidak akan menjabat lagi sebagai
presiden. Tetapi, tim sukses Clinton melihat kekuatan Clinton di
bidang yang lain. Mereka memberikan kejutan dengan memfokuskan
perhatian masyarakat akan keberhasilan ekonomi Clinton. Menurut
kampanye yang diluncurkan, dalam menjalankan negara, yang lebih
penting adalah kemampuan untuk meningkatkan ekonomi negara, dan
mensejahterakan bangsa. Ternyata strategi kejutan ini berhasil
memberikan kemenangan yang kedua bagi Bill Clinton.
Sederhanakan Proses. Semakin jelas tujuan, akan semakin mudah untuk
mewujudkannya. Proses untuk menuju ke tujuan juga harus mudah untuk
dimengerti agar semua jajaran termasuk juga pelanggan mampu
menerjemahkannya dalam tindakan yang sinergis untuk mendayung ke arah
yang sama. Jika biasanya orang membeli buku harus pergi ke toko buku,
melewati jalan-jalan macet, dan kesulitan untuk mendapatkan parkir,
serta mencari buku di rak buku bagian penjualan, maka Amazon.com
menyederhanakan proses pembelian buku. Pelanggan tinggal mengetik
judul buku yang dicari, atau topik dari buku-buku yang ingin dicari,
maka secara otomatis daftar buku yang tersedia berikut harga akan
terlihat di layar. Buku ini pun ada berbagai jenis, ada buku bekas,
buku baru versi hard cover ataupun paperback. Selain buku yang
dicari, Amazon.com juga memberi alternatif buku sejenis yang mungkin
juga diminati oleh pelanggan. Untuk membeli, pelanggan tinggal
memasukkan nomor kartu kredit dan password, tak lama kemudian buku
akan dikirim ke pelanggan. Proses yang mudah ini telah membuat
perusahaan penjual buku secara online ini mengalahkan toko-toko buku
besar yang sudah lama berada di pasar.
Siapkan secara Terus-menerus Berbagai Alternatif. Seringkali
implementasi tidak sama persis dengan yang sudah direncanakan. Untuk
itu, seorang pemenang perlu menerapkan berbagai alternatif ataupun
berbagai skenario untuk menang. Jadi, jika satu skenario tidak
berjalan seperti yang direncanakan, pelaku tersebut tidak panik,
tetapi sudah siap dengan skenario lainnya untuk mencapai tujuan.
Dalam menyiapkan berbagai alternatif, pelaku bisnis biasanya akan
terpacu untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul. Misalnya
saja Steve Jobs ketika merintis perusahaan Apple Computer. Pada awal
pendiriannya, ia mendapat berbagai tantangan dalam mengumpulkan dana.
Karena ia telah menetapkan berbagai alternatif sumber pendanaan
(bukan hanya dari bank), ia berhasil menuntaskan pengumpulan dana
sehingga cukup untuk meluncurkan bisnis yang dirintisnya bersama
mitra bisnisnya.
Ambil Jalan Putar Menuju Tujuan. Chris Zane, pendiri Zane’s Cycle,
sebuah toko sepeda, harus bersaing langsung dengan toko-toko besar
yang juga menawarkan sepeda, seperti Wal-Mart, K-Mart dan raksasa
pertokoan lainnya. Karena menyadari bahwa ia tidak bisa langsung
bersaing dengan para raksasa tersebut, Zane mengambil jalan memutar
untuk mencapai tujuannya, yaitu dengan menawarkan layanan pelanggan
yang prima (cepat, ramah, dengan garansi yang lebih lama). Strategi
memutar (tidak bersaing secara langsung) ini akhirnya membuahkan
hasil. Pelanggan mulai percaya dan beralih ke Zane’s Cycle karena
layanan yang prima (dengan harga sama, tapi banyak keuntungan
tambahan yang bisa diperoleh: garansi lebih lama, layanan lebih
cepat, dan pelayanan yang lebih istimewa dari para karyawan).
Terapkan Waktu dan Prioritas. Perencanaan dan penerapan strategi
ibaratnya seperti menyiapkan resep untuk sebuah masakan. Ada rumusan
yang harus diikuti: ada bahan yang harus dimasukkan terlebih dulu
sebelum bahan masakan lainnya (ada prioritas). Tetapi juga ada waktu
yang perlu diperhatikan. Jika masakan terlalu lama disiapkan, maka
bisa gagal, demikian pula jika masakan terlalu cepat disiapkan,
kegagalan juga bisa terjadi. Demikian juga dengan kegiatan bisnis,
ataupun kegiatan lain yang membutuhkan perencanaan dan prioritas.
Untuk mengetahui waktu yang tepat dan prioritas yang paling pas bagi
sebuah perusahaan, diperlukan pertimbangan yang matang, pengamatan
lapangan yang cermat, dan kesadaran dan pengetahuan atas kemampuan
diri serta kemampuan pesaing, selain tujuan yang jelas.
Manfaatkan Sukses secara Optimal. Setelah sukses diraih, sang
pemenang tidak bisa lalu langsung merasa puas. Jika sang pemenang
ingin mempertahankan kemenangannya, ia perlu senantiasa me-review
strategi yang telah ditetapkan dengan tetap memandang pada tujuan
utama (kemenangan). Hal ini perlu diperhatikan karena lingkungan
berubahan, peta kekuatan juga berubah, sumber daya berubah, dan
teknologi juga berubah. Dengan tetap memandang pada tujuan, sang
pemenang perlu memperbaharui diri untuk mengantisipasi perubahan yang
terjadi di lingkungannya agar tidak terlibas oleh perubahan tersebut.
Sang pemenang harus berhati-hati untuk tidak menerapkan strategi yang
selalu sama dengan strategi yang pertama kali ia gunakan untuk meraih
sukses, karena kondisi yang dihadapi telah berubah, selain itu juga
pesaing biasanya sudah mempelajari startegi sukses sang pemenang.
Jadi, perlu kreativitas dan kejelian untuk menerapkan strategi yang
senantiasa baru dan segar.
Anda ingin jadi pemenang di bidang yang Anda tekuni? Jangan lupa tiga
dasar strategi yang perlu Anda raih (kekuatan fisik, mental, dan
moral), serta 10 strategi pemenang yang perlu diterapkan dan
disesuaikan dengan kondisi yang Anda hadapi. Selamat berjuang untuk
meraih kemenangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s