Belajar dari Perusahaan Sukses


Tentunya tahun ini kita ingin meraih sukses yang lebih baik lagi dari tahun kemarin. Yang pasti, ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Salah satu cara yang bisa kita tempuh adalah belajar dari banyak pihak.

Kelompok potensial yang bisa kita teladani adalah perusahaan tingkat
dunia yang telah berhasil membukukan sukses mereka tahun lalu.
Perusahaan-perusahaan ini umumnya dipimpin oleh CEO yang telah
menerapkan berbagai strategi kreatif untuk meningkatkan keuntungan
operasional mereka.

ADVANCED MICRO DEVICES (AMD)
Perusahaan yang bersaing ketat dengan Intel ini berhasil mendongkrak
kenaikan sahamnya sebesar 50% dengan berbagai strategi inovatif
berikut.
Inovasi. Pimpinan AMD sadar bahwa industri teknologi tinggi (micro
processor) yang ditekuninya adalah industri yang hiper kompetitif
dengan perputaran produk yang cepat. Untuk itu kekuatan inovasi
perusahaan sangatlah berperan. Menyadari hal ini, pimpinan AMD,
Hector Ruiz, mendorong para karyawannya untuk senantiasa melihat
beberapa langkah di depan para pesaing agar bisa mengejar
ketinggalan dari para pesaing mereka tersebut. Ruiz, “komandan” AMD,
memacu perusahaan melalui kegiatan Riset dan Pengembangan mereka
untuk menelorkan produk-produk inovasi baru yang super efisien
dengan harga terjangkau.
Produk super efisien. Untuk memenangkan persaingan dengan para
pemain lainnya di industri yang sama yang telah merajai industri ini
dalam waktu yang cukup lama, AMD menawarkan produk berkualitas
dengan harga bersaing. Strategi ini bisa dijalankan dengan
menawarkan produk yang super efisien (dapat menampung data lebih
banyak dalam micro processor yang lebih kecil).
Pasar Baru. Ketika persaingan di pasar yang “lama” dengan pesaing
yang telah merajai pasar tersebut sulit dimenangkan dengan strategi
bersaing konvensional, AMD mencoba strategi lain. Strategi yang
dicoba AMD adalah melebarkan sayap ke pasar yang baru, yaitu negara-
negara berkembang (termasuk juga Indonesia). Dengan strategi ini,
AMD tahun lalu berhasil memperbesar penghasilan dari produk-
produknya. Di negara-negara yang sedang berkembang, AMD menjual
produk baru yang super efisien dengan harga bersaing. Dengan cara
ini, AMD berhasil mendobrak dominasi pemain lama yang menjadi
pesaing utama.

DREAM WORKS
Jika tiga “pemimpin” (Steven Spielberg, Jeffrey Katzenberg, dan
David Geffen) bergabung membentuk suatu usaha, maka hasilnya adalah
Dream Works, perusahaan yang luar biasa yang bergerak di dunia film
animasi. Tahun lalu, Dream Works berhasil melewati pendapatan Pixar
dan Walt Disney Co.
Sukses Berseri. Setelah gagal di industri Video game dan musik, tiga
sejoli pimpinan Dream Work mencoba bangkit dengan meluncurkan film
Animasi “Shrek”. Ternyata film ini laku keras. Untuk mengulang
sukses “Shrek”, tahun lalu Dream Works meluncurkan “Shrek 2” yang
ternyata lebih sukses lagi, bahkan keuntungan yang berhasil
dibukukannya ($436.7 juta) dapat melampaui keuntungan film “Finding
Nemo” yang diproduksi pesaing mereka Pixar. Tahun ini kabarnya,
Dream Works juga akan meluncurkan dua film baru lagi, salah satunya
adalah “Shrek 3” yang diharapkan dapat mengikuti sukses dua film
Dream Works sebelumnya (Shrek dan Shrek 2).
Strategi Imitasi. Selain ingin mengulang sukses dari film-film yang
diproduksi sendiri oleh Dream Works, perusahaan ini juga meluncurkan
strategi “imitasi” sukses perusahaan lain. Imitasi yang dilakukan
disini tentu saja bukan mencontek mentah-mentah (plagiat) ide dan
strategi yang diterapkan perusahaan lain, melainkan melihat ide dan
strategi, serta memperbaiki ide dan strategi tersebut.
Misalnya: Setelah Pixar berhasil meraih sukses dengan Finding Nemo
di tahun 2003, Dream Works ingin menyaingi dengan membuat film
animasi “serupa”. Ide Pixar dengan Finding Nemo-nya dipoles dan
diperbaiki oleh Dream Works. Hasil polesan dan perbaikan ide ini
muncul dengan peluncuran “Shark Tale” pada musim gugur tahun 2004.
Ternyata sambutan masyarakat dunia terhadap “Shark Tale” sangat luar
biasa. Film ini berhasil melampaui hasil yang diperoleh “Finding
Nemo” di tahun sebelumnya.

HYUNDAI
Perusahaan otomotif dari Korea ini tahun lalu berhasil membukukan
sukses. Dua strategi andalan perusahaan ini yang bisa kita teladani
adalah sebagai berikut.
Kualitas Prima. Hyundai di bawah pimpinan Chung Mong Koo bertekat
untuk memperbaiki kualitas mobil yang diproduksinya paling sedikit
setingkat dengan kualitas mobil dari perusahaan pesaing dari Jepang
yang dijadikan tolok ukur mereka. Berbagai upaya dilakukan oleh
Hyundai untuk menawarkan kualitas yang lebih baik. Fokus pada
efisiensi biaya produksi diimbangi dengan investasi pada teknologi
yang bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik dengan harga yang
lebih murah.
Strategi ini berhasil mempersembahkan sukses besar bagi Hyundai.
Sedikit demi sedikit citra buruk di bidang kualitas dapat diubah
menjadi citra positif. Dengan citra yang semakin positif,
pendapatanpun semakin bertambah. Tahun lalu, mobil-mobil keluaran
Hyundai berhasil mendapatkan nilai yang tinggi dalam survai kepuasan
pelanggan. Pelanggan yang puas mempersembahkan peningkatan 17% dalam
pendapatan dari operasi.
Tuntutan Pelanggan. Keinginan Hyundai untuk meningkatkan kualitas
mobil-mobil keluarannya dipandu oleh tuntutan pelanggan. Tuntuan
pelanggan ini dijadikan pedoman bagi Hyundai dalam mengambil
keputusan untuk mengadakan berbagai perubahan. Salah satu perubahan
yang mendasar adalah perubahan dalam kualitas, yang tadinya hanya
berorientasi pada efisiensi biaya (kualitas nomor dua),
diseimbangkan dengan juga meraih kualitas prima sesuai dengan yang
diinginkan pelanggan. Perhatian pada pelanggan menghasilkan sukses
besar dalam pemenuhan kepuasan pelanggan, yang ujungnya adalah
peningkatan pendapatan.

PEPSI CO
Jika perusahaan-perusahaan lain tahun lalu berhasil meraih sukses
dengan meningkatkan kemampuan teknis mereka (inovasi produk,
efisiensi biaya), maka Pepsi Co mendongkrak sukses dengan
memperbaiki “soft skills”.
Leadership. Steven Reinemund, seperti yang dikutip oleh Business
Week, mengemukakan bahwa untuk menjadi pemimpin di industri barang-
barang konsumen, perusahaan perlu memiliki kumpulan Leader yang
memahami populasi di pasar yang dilayani. Prinsip “kepemimpinan”
inilah yang ditularkan secara berantai ke seluruh jajaran di Pepsi
Co. Setiap pemimpin di perusahaan ini diwajibkan untuk bertindak
sebagai mentor dan pelatih (coach) bagi anak buah mereka dengan
memberikan teladan bukan saja dalam perkataan, tetapi juga dalam
tindakan.
Salah satu cara yang dilakukan Pepsi Co untuk menerapkan prinsip
Leadership ini adalah dengan merekrut “leader” lokal. Para
pemimpin “lokal” inilah yang lebih mengerti pasar lokal yang
dilayani oleh Pepsi Co. Mereka paham selera penduduk dan gaya hidup
sasaran (target) pasar di daerah mereka masing-masing, sehingga
lebih mudah bagi perusahaan untuk mendisain strategi bersaing yang
ampuh untuk memenangkan kompetisi dengan para pesaing.
Kerja Sama. Selain memupuk kepemimpinan lokal, soft skil llain yang
dipupuk oleh Pepsi Co adalah kemampuan bekerja sama dengan
perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan yang dipilih untuk bekerja
sama adalah perusahaan-perusahaan lokal dengan produk yang dapat
saling menunjang produk minuman Pepsi Co. Misalnya: Pepsi Co
menggandeng restoran-restoran agar mereka juga mau menawarkan produk
minuman Pepsi Co untuk menjadi pendamping makanan yang mereka
tawarkan. Melalui kerjasama ini, dijalin hubungan bisnis yang
langgeng dan saling menguntungkan.

Perusahaan-perusahaan internasional ini telah berhasil membuktikan
sukses mereka di tahun lalu. Berbagai strategi yang mereka terapkan
tahun lalu tersebut bisa Anda pelajari dengan seksama. Siapa tahu
dari strategi-strategi ini bisa Anda temukan peluang untuk meraih
sukses yang sama? Selamat mencoba.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s